Anda pengunjung ke :
    029052
» Tentang Kami
» Dokumentasi
» Link Penting
» Blog Terkait
» Tausiyah (Pencerahan)

Mari kita tingkatkan rasa persaudaraan diantara kita


  BERITA TERKINI
PACITAN MULAI BANGKIT MEMBANGUN
14-07-2009 | by:

Pacitan merupakan daerah dipinggir pantai dan berbatasan dengan kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, di sebelah utara, serta Wonogiri, Jawa Tengah, disebelah barat. Pacitan yang terpencil telah banyak menghasilkan anak bangsa dengan karier yang cukup menggembirakan. Diantara tokoh yang dilahirkan atau dibesarkan di kabupaten ini antara lain adalah ahli atom Prof. Dr. Baiquni, Wakil Ketua DPA, Sulasikin Murpratomo, Menko Kesra dan Taskin, Haryono Suyono, dan terakhir Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Karena penduduk Pacitan umumnya miskin dan tingkat pendidikannya rendah, pemerintah daerah menaruh perhatian yang tinggi terhadap bidang pendidikan. Bekerja sama dengan Yayasan Damandiri dewasa ini mulai dikembangkan pendidikan untuk anak usia dini (PAUD) untuk merangsang anak-anak dan orang tua menaruh perhatian yang tinggi terhadap bidang pendidikan. Pengembangan PAUD ini sekaligus dikaitkan dengan pengembangan Pos Pemberdayaan Keluarga atau Posdaya di Desa Pucangsewu, Punung dan di kota Pacitan. Dengan dukungan pemerintah pusat sedang ditingkatkan pendidikan formal bagi warga umumnya, dan pelatihan ketrampilan bagi warga kurang mampu khususnya. Dengan usaha keras itu tingkat partisipasi pendidikan dasar telah mencapai hampir 100 persen, sekolah menengah pertama lebih dari 76 persen, namun pada tingkat pendidikan menengah atas masih rendah. Untuk mengatasi kemungkinan pengangguran karena ketrampilan yang terbatas, seperti di daerah lainnya, maka Pemerintah Daerah sedang berusaha menyeimbangkan fasilitas pendidikan menengah pertama dan menengah atas kearah pendidikan kejuruan, termasuk peningkatan kemampuan produksi dari bahan-bahan kayu lokal yang bahan bakunya tersedia di daerah Pacitan.

Dalam bidang ekonomi, kabupaten Pacitan mengembangkan pasar keluar, termasuk pengiriman produk rakyat ke Jakarta, melalui jalur utara Ponorogo dan Madiun. Kearah barat melalui Wonogiri dan Surakarta. Jaringan yang relatif baru menghubungkan Pacitan dengan DI Yogyakarta yang bisa ditempuh dengan mobil atau bus dalam waktu sekitar dua jam. Untuk bangkit dan menjebol Pacitan dari isolasi, pemerintah daerah dengan dukungan pemerintah pusat sedang mempersiapkan jalan tembus lintas Selatan menyusur pantai kearah timur melalui kabupaten Trenggalek, dan kabupaten lainnya di Jawa Timur. Jalan tembus ini akan memperkuat arus produk dari Pacitan ke pasar yang lebih luas.

Agar anak-anak muda putus sekolah mampu menyerap kesempatan kerja yang relatif langka atau menciptakan kesempatan kerja secara mandiri, pemerintah sedang menyiapkan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) yang cukup besar di kabupaten Pacitan. Disamping itu, bekerja sama dengan Yayasan Damandiri dan Universitas Sebelas Maret Surakarta, pada dua buah SMA di Pacitan, siswa-siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu diberikan pelajaran ketrampilan dan dititipkan pada pengusaha agar mampu menyerap ketrampilan dan sekaligus siap mandiri. Dalam pembicaraan santai melalui D Radio itu Bupati Ir. H. Suyono mengharapkan agar program ini dapat diperluas ke SMA-SMA lain di Pacitan sehingga keseimbangan antara sekolah menengah umum dan sekolah kejuruan dapat dipercepat dan anak-anak muda di Pacitan segera dientaskan.

Untuk mengantisipasi tumbuhnya industri lokal yang memerlukan tenaga listrik yang lebih besar, dan sekarang banyak tergantung dari pasokan yang tidak lancar dari daerah lain, kabupaten Pacitan sedang membangun dua pembangkit tenaga listrik dengan kapasitas 2 kali 300 MW. Apabila pembangunan ini selesai diharapkan industri-industri kecil dapat memperoleh aliran listrik secara teratur tanpa harus mengalami pemadaman yang menjengkelkan.

Sementara itu, untuk memberi kesempatan kerja yang luas kepada penduduk pada umumnya, pemerintah daerah membantu peternak dan petani dengan pendekatan yang menguntungkan. Kepada para peternak sapi disiapkan bibit-bibit sapi dengan sistem pemeliharaan yang lebih modern dimana sapi mendapatkan pemeliharaan dan makanan mengikuti sistem peternakan modern. Penggemukan sapi model ini di Pacitan ternyata mampu menghasilkan kenaikan berat badan sapi sekitar 1,4 – 1,7 kg setiap harinya, melebihi kenaikan dengan sistem lama yang tidak lebih dari 1 – 1,1 kg setiap harinya.

Dibidang pertanian sedang dijajagi kemungkinan memanfaatkan air dibawah tanah untuk mengairi sawah yang dimusim kering tidak banyak memberi harapan. Sementara itu sedang dikembangkan tanaman singkong unggul yang bisa menghasilkan produk yang mempunyai berat relatif tinggi dan memberi nilai tambah yang berarti untuk masyarakat. Penanaman singkong unggul itu relatif mudah diterima masyarakat karena penduduk biasa menanam singkong dengan model biasa dimasa lalu. Bagi para nelayan sedang dikembangkan kerjasama dengan nelayan dari negara sahabat yang akan menyediakan kapal dan coltstorage atau ruang pendingin untuk menyimpan hasil tangkapan. Program baru ini diharapkan dapat mengajarkan tehnologi pengolahan ikan yang lebih modern sehingga hasilnya bisa dijual dengan harga yang menguntungkan. Pengembangan industri perikanan ini akan memungkinkan rakyat Pacitan yang biasanya melaut dengan kapal-kapal kecil di pinggiran akan mampu dan bisa mengembangkan penangkapan ikan di tengah Samudera Hindia yang kaya dengan produk yang belum banyak disentuh selama ini. Masyarakat Pacitan sedang membangun, semoga segera terbebas dari lembah kemiskinan. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Umum DNIKS).


view : 339 kali

<< back


» Publikasi
Alumnisma Pacitan's Profile
Alumnisma Pacitan's Facebook profile
Create Your Badge
» Halaman Admin

Username
Password
» Ngobrol Yuuk..

Obrolan bebas
» Survey
Apakah menurut anda web Alumni SMA 271 ini cukup informatif ?
Sangat informatif
Cukup informatif
Informatif
Kurang informatif
Tidak informatif
Copyright © 2009 Komunitas Alumni SMA Negeri 271 Pacitan 

Jabodetabek, GerbangKertasusila, Batam, Riau, Banjarmasin, Samarinda, Bandung, Solo, Jember, Banyuwangi.

Home | Contact | Forum